Minggu, 05 Juni 2016

kisah air mendidih dalam karakter kerja keras







Kisah Air Mendidih dalam Karakter Kerja Keras

Kisah berikut ini dapat di jadikan sebagai bahan ajar dalam pendidikan karakter “ kerja keras “.
kisah ini saya dapatkan dari buku yang di tulis oleh Retno Listyatri seorang guru luar biasa sekaligus penulis dan aktivis pendidikan saya mendapatkan kisah ini di buku tulisan Beliau yang berjudul Pendidikan Karakter dalam Metode AKTIF, KREATIF, & INOVATIF . Saya membaca kisah ini pada halaman 155 model 14 kisahnya sangat menginspirasi sekali .
Penulis ( Retno Listyatri ) mendapatkan kisah melalui internet , yaitu di unduh dari blog lautan Indonesia untuk kategori “ kisah inspiratif “ . penulis “ kisah air mendidih ini adalah Dr. Christina Siwi Handayani , staf pengajar Fakultas Psikologi , Universitas Sanata Dharma , Yogyakarta .
Ada beberapa teks yang coba bu Retno Listyatri tambahkan untuk lebih memperkuat karakter tanpa mengubah cerita asli dan substansi pesan moralnya . berikut kisah “ Air Mendidih “ yang dapat di jadikan bahan ajar karakter .


Kisah Air Mendidih dalam Karakter Kerja Keras .
     Pada suatu hari , seorang anak yang sudah dewasa mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupanya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya . Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah . ia sudah lelah untuk untuk berjuang agar hidupnya lebih baik dari kedua orang tuanya . namun yang ia temui adalah adalah kesulitan demi kesulitan . sepertinya , setiap kali satu masalah selesai , timbul masalah baru .
     
       Saat si anak berkeluh kesah dan hamper menangis meratapi hidupnya, sang ayah diam saja .sang ayah mendengarkan dengan penuh perhatian , dan sesekali tampak mengangguk – anggukan kepala. Setelah anaknya selesai menumpahkan kepedihannya , sang ayah mengelus ngelus bahu si anak dan kemudian dengan suara dalam sang ayah mengajak anaknya ke dapur.”ayo , ikut ayah ke dapur , ayah ingin menunjukan falsafah hidup padamu,” ujar sang ayah .sang ayah langsung berdiri dari kursinya dan sang anak mengikutinya dari belakang . Tampak kebingungan timbul di wajah sang anak .
       Ayahnya yang memang berprofesi sebagai seorang koki, membawanya ke dapur. Sang ayah kemudian mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas api . setelah air di panci-panci tersebut mendidih . ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan kopi bubuk di panci terakhir . ia membiarkannya mendidih tanpa berkata kata.
       Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar , memikirkan apa yang sedang di kerjakan sang ayah , dan apa maknanya bagi keluh kesahnya tadi . setelah 20 menit, sang ayah mematikan api . ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk , mengangkat telur dan meletakannya di mangkuk yang lain , ia menuangkan kopi di mangkuk yang lain .
       Sang ayah bertanya kepada anaknya , “ apa yang kau lihat nak ?” si anak menjawab “ wortel, telur dan kopi .” ayahnya mengjaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu . si anak melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak . ayahnya lalu memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya . setelah membuang kulitnya ia mendapati telr rebus yang mengeras , terakhir ayahnya meminta anaknya untuk mencicipi kopi . ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.
       Setelah itu , si anak bertanya , “ apa arti dari semua ini, ayah?” . ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah mengalami kesulitan yang sama , perebusan , tetapi masing-masing menunjukan reaksi yang berbeda beda .

    Wortel sebelum di rebus kuat, keras dan sukar di patahkan . tetapi setelah direbus , wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah , cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan . tetapi setelah di rebus , isinya menjadi keras . bubuk kopi mengalami perubahan yang unik . setelah berada dalam rebusan air , kopi mengubah air tersebut .
     “ kamu termasuk yang mana , nak?” Tanya ayahnya . ketika kesulitan mendatangimu , bagaimana kamu menghadapinya ? apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras , tetapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan , kamu menyerah , menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu?”
       Apakah kamu adalah telur yang awalnya memiliki hati yang  lembut dan jiwa yang dinamis , namun setelah adanya kematian, patah hati , perceraian atau pemcatan menjadi keras dan kaku . dari luar kelihatan sama , tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku.
       Ataukah kamu adalah bubuk kopi ? bubuk kopi mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal dalam suhu 100 derajat celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.


Langkan pembelajarannya adalah sebagai berikut :

1.      Guru menggandakan bajan ajar “ kisah air mendidih “ sebanyak siswa dalam satu kelas.
2.      Kisah ini kemudian dibacakan satu persatu siswa per alenia secara bergantian menurut baris tempat duduk siswa . dapat juga membentuk lingkaran, jika kemungkinan . baca kisah ini dua kali sampai seluruh kelas kebagian membaca per alenia .
3.      Setelah di baca , guru memfalisitasi diskusi dengan memancing pertanyaan-pertanyaan kunci kepada para siswa, seperti :
a.       Apa yang di keluh kesahkan sang anak ?
b.      Dapatkah kalian bayangkan persoalan hidup yang di hadapi sang anak sampai dia hampir putus asa ? contohkan persoalan tersebut menurut fikiran kalian.
c.       Apakah sang ayah menurutmu tidak menghadapi persoalan yang amat beras seperti anaknya ? ya/tidak , berikan alasanmu .
d.      Apa makna dari masing – masing benda yang di rebus oleh sang ayah ?
e.       Pikirkan contoh kasus menghadapi kasus jika menggunakan analogi wortel
f.       Pikirkan contoh kasus masalah jika menggunakan analog telur
g.      Pikirkan contoh kasus menghadapi masalah jika menggunakan analog kopi!
4.      Guru dan siswa menarik kesimpulan dari kisah ini dengan penguatan pada karakter kerja keras , di mana siswa diminta membuat selogan-selogan sendiri seperti :
a.       Mari Kerja Keras
b.      Jangan pernah menyerah
c.       Putus asa No, kerja keras Yes
d.      Tak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan
e.       Kita dapat mengubah nasib
f.       Bahkan , kita dapat mengubah takdir








#anisyagustiani.blogspot.com















Sumber : http:/www.lautanindonesia.com/blog/topisd/blog/category/kisah-inspiratif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar