Kisah Air Mendidih dalam
Karakter Kerja Keras
Kisah berikut ini dapat di jadikan sebagai bahan ajar dalam
pendidikan karakter “ kerja keras “.
kisah ini saya dapatkan dari buku yang di tulis oleh Retno Listyatri seorang guru luar biasa sekaligus penulis dan aktivis pendidikan saya mendapatkan kisah ini di buku tulisan Beliau yang berjudul Pendidikan Karakter dalam Metode AKTIF, KREATIF, & INOVATIF . Saya membaca kisah ini pada halaman 155 model 14 kisahnya sangat menginspirasi sekali .
kisah ini saya dapatkan dari buku yang di tulis oleh Retno Listyatri seorang guru luar biasa sekaligus penulis dan aktivis pendidikan saya mendapatkan kisah ini di buku tulisan Beliau yang berjudul Pendidikan Karakter dalam Metode AKTIF, KREATIF, & INOVATIF . Saya membaca kisah ini pada halaman 155 model 14 kisahnya sangat menginspirasi sekali .
Penulis ( Retno Listyatri ) mendapatkan kisah melalui
internet , yaitu di unduh dari blog lautan Indonesia untuk kategori “ kisah
inspiratif “ . penulis “ kisah air mendidih ini adalah Dr. Christina Siwi
Handayani , staf pengajar Fakultas Psikologi , Universitas Sanata Dharma ,
Yogyakarta .
Ada beberapa teks yang coba bu Retno Listyatri tambahkan
untuk lebih memperkuat karakter tanpa mengubah cerita asli dan substansi pesan
moralnya . berikut kisah “ Air Mendidih “ yang dapat di jadikan bahan ajar
karakter .
Kisah Air Mendidih
dalam Karakter Kerja Keras .
Pada suatu hari ,
seorang anak yang sudah dewasa mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupanya dan
menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya . Ia tidak tahu
bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah . ia sudah lelah untuk untuk
berjuang agar hidupnya lebih baik dari kedua orang tuanya . namun yang ia temui
adalah adalah kesulitan demi kesulitan . sepertinya , setiap kali satu masalah
selesai , timbul masalah baru .
Saat si anak berkeluh kesah dan hamper menangis meratapi hidupnya, sang ayah diam saja .sang ayah mendengarkan dengan penuh perhatian , dan sesekali tampak mengangguk – anggukan kepala. Setelah anaknya selesai menumpahkan kepedihannya , sang ayah mengelus ngelus bahu si anak dan kemudian dengan suara dalam sang ayah mengajak anaknya ke dapur.”ayo , ikut ayah ke dapur , ayah ingin menunjukan falsafah hidup padamu,” ujar sang ayah .sang ayah langsung berdiri dari kursinya dan sang anak mengikutinya dari belakang . Tampak kebingungan timbul di wajah sang anak .
Ayahnya yang
memang berprofesi sebagai seorang koki, membawanya ke dapur. Sang ayah kemudian
mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas api . setelah air di
panci-panci tersebut mendidih . ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur
di panci kedua dan kopi bubuk di panci terakhir . ia membiarkannya mendidih
tanpa berkata kata.
Si anak
membungkam dan menunggu dengan tidak sabar , memikirkan apa yang sedang di
kerjakan sang ayah , dan apa maknanya bagi keluh kesahnya tadi . setelah 20
menit, sang ayah mematikan api . ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di
mangkuk , mengangkat telur dan meletakannya di mangkuk yang lain , ia
menuangkan kopi di mangkuk yang lain .
Sang ayah
bertanya kepada anaknya , “ apa yang kau
lihat nak ?” si anak menjawab “ wortel,
telur dan kopi .” ayahnya mengjaknya mendekat dan memintanya merasakan
wortel itu . si anak melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak .
ayahnya lalu memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya . setelah
membuang kulitnya ia mendapati telr rebus yang mengeras , terakhir ayahnya
meminta anaknya untuk mencicipi kopi . ia tersenyum ketika mencicipi kopi
dengan aromanya yang khas.
Setelah itu ,
si anak bertanya , “ apa arti dari semua
ini, ayah?” . ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah mengalami kesulitan
yang sama , perebusan , tetapi masing-masing menunjukan reaksi yang berbeda
beda .
Wortel sebelum di
rebus kuat, keras dan sukar di patahkan . tetapi setelah direbus , wortel
menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah , cangkang tipisnya
melindungi isinya yang berupa cairan . tetapi setelah di rebus , isinya menjadi
keras . bubuk kopi mengalami perubahan yang unik . setelah berada dalam rebusan
air , kopi mengubah air tersebut .
“ kamu termasuk yang mana , nak?” Tanya
ayahnya . ketika kesulitan mendatangimu , bagaimana kamu menghadapinya ? apakah
kamu adalah wortel yang kelihatannya keras , tetapi dengan adanya penderitaan
dan kesulitan , kamu menyerah , menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu?”
Apakah kamu adalah telur yang awalnya
memiliki hati yang lembut dan jiwa yang
dinamis , namun setelah adanya kematian, patah hati , perceraian atau pemcatan
menjadi keras dan kaku . dari luar kelihatan sama , tetapi apakah kamu menjadi
pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku.
Ataukah kamu adalah bubuk kopi ? bubuk
kopi mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai
rasanya yang maksimal dalam suhu 100 derajat celcius. Ketika air mencapai suhu
terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika
keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat
keadaan di sekitarmu juga membaik.
Langkan pembelajarannya adalah sebagai berikut :
1.
Guru menggandakan bajan ajar “ kisah air
mendidih “ sebanyak siswa dalam satu kelas.
2.
Kisah ini kemudian dibacakan satu persatu siswa
per alenia secara bergantian menurut baris tempat duduk siswa . dapat juga
membentuk lingkaran, jika kemungkinan . baca kisah ini dua kali sampai seluruh
kelas kebagian membaca per alenia .
3.
Setelah di baca , guru memfalisitasi diskusi
dengan memancing pertanyaan-pertanyaan kunci kepada para siswa, seperti :
a.
Apa yang di keluh kesahkan sang anak ?
b.
Dapatkah kalian bayangkan persoalan hidup yang
di hadapi sang anak sampai dia hampir putus asa ? contohkan persoalan tersebut
menurut fikiran kalian.
c.
Apakah sang ayah menurutmu tidak menghadapi
persoalan yang amat beras seperti anaknya ? ya/tidak , berikan alasanmu .
d.
Apa makna dari masing – masing benda yang di
rebus oleh sang ayah ?
e.
Pikirkan contoh kasus menghadapi kasus jika
menggunakan analogi wortel
f.
Pikirkan contoh kasus masalah jika menggunakan
analog telur
g.
Pikirkan contoh kasus menghadapi masalah jika
menggunakan analog kopi!
4.
Guru dan siswa menarik kesimpulan dari kisah ini
dengan penguatan pada karakter kerja keras , di mana siswa diminta membuat
selogan-selogan sendiri seperti :
a.
Mari Kerja Keras
b.
Jangan pernah menyerah
c.
Putus asa No, kerja keras Yes
d.
Tak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan
e.
Kita dapat mengubah nasib
f.
Bahkan , kita dapat mengubah takdir
#anisyagustiani.blogspot.com
Sumber :
http:/www.lautanindonesia.com/blog/topisd/blog/category/kisah-inspiratif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar